• UI/UX Designer Motorcycle Enthusiast Coffee lover

UI Dalam Suatu Produk

Don't judge a book by its cover.

Memang betul sih kita tidak boleh menghakimi sesuatu dari tampilan luarnya. Tapi apakah harus seperti itu semuanya?. Saya rasa tidak, mungkin istilah itu tepat untuk menilai tampilan manusia atau beberapa benda lainnya. Sepertinya tidak untuk sebuah produk bisnis, kita akan ditawarkan dengan pilihan apakah “cover”nya saja bagus atau “isi”nya saja bagus atau “cover + isi”nya bagus?

Tentunya kita berhadap cover + isi mempunyai kwalitas yang sama bagusnya, orang akan terpuaskan apabila tampilan luar dan isi produk dibuat dengan tidak asal-asalan. Bayangkan saja apabila kue favorit kita dibungkus dengan kertas koran bekas, kita akan berpikir ulang untuk memakannya karena kita takut kue tersebut tidak higyenis atau bahkan kue sisa. Tentu itu hanya contoh sederhana yang bisa sedikit digambarkan mengenai pentingnya sebuah cover yang bagus untuk satu produk bisnis, atau sebutkan yang kita sering dengan ialah packaging produk.

Nah apakah prinsip packaging produk bisa dipakai untuk produk digital yang secara “fisik” tidak terlihat? Ya. Sama saja seperti produk bisnis yang lain, packaging produk sangatlah penting karena itu adalah etalase produk kita apakah itu produk digital atau produk fisik.

Dalam produk digital packaging produk itu disebut dengan UI, UI itu singkatan dari User Interface yang mempunyai arti : “The user interface (UI), in the industrial design field of Human–Computer Interaction, is the space where interactions between humans and machines occur.” (diambil dari Wikipedia : https://en.wikipedia.org/wiki/User_interface) atau dalam Bahasa Indonesia-nya adalah suatu ruang dimana dalam ruang tersebut ada interaksi antara manusia dan mesin. Atau secara sederhananya ialah sebuah proses untuk mempermudah secara visual antara manusia dan mesin.

Kita bisa lihat ilustrasi di atas, ada dua bagian antara user dan interface, bagaimana User menginginkan sebuah fungsi yang bekerja dengan baik sedangkan dari segi tampilan luar harus bisa sebagus mungkin. Maka dari itu UI itu-pun lahir.

Lalu seberapa pentingkah UI dalam sebuah produk digital? Ya jika kita tidak berharap mempunyai produk “besar” sih tidak terlalu penting.. heheh. Tetapi sebaliknya apabila kita mempunyai target bahwa produk digital kita akan menjadi sebuah produk yang besar maka UI yang bagus itu sebuah keharusan. Kita bisa melihat produk-produk digital mempunyai UI yang bagus, lihat bagaimana traveloka, tokopedia, bukalapak, gojek dan perusahaan digital besar lainnya. Apakah tampilan design UI nya asal-asalan, tata letak, pemilihan warna, font, semuanya tidak berkonsep atau se-enaknya founder? Oh… tidak, semua terkonsep dan tersusun rapih.

Sekarang bagaimana mencari seorang UI designer yang membuat produk digital kita menjadi lebih terlihat professional. Yang pasti ialah lihatlah track record nya selama ia bekerja menjadi seorang UI designer, sudah berapa lama, siapa saja kliennya dan bagaimana tertimoni serta feedback dari klien terhadap UI designer tersebut. Dan mungkin ada satu lagi yang harus diperhatikan ketika mencari seorang UI designer, lihatlah portofolio dia, bagaimana ia membuat sebuah UI design yang bagus agar secara fungsi itu bisa dipakai dengan maksimal tetapi dari tampilan atau design bisa tampak bagus.

Memahami pentingnya sebuah UI yang bagus dalam sebuah produk digital, layaknya seperti kita melihat sebuah kemasan makanan yang kita akan makan, tentunya kita akan mengkonsumi makanan tersebut apabila dibungkus dengan rapih dan bagus.


iphone_mini-2